Sabu

Sabu

Sabu

Sabu adalah karakter komik yang hadir sebagai peran pendamping dalam komik Chacha Chaudhary yang diciptakan pada tahun 1971 oleh Pran di India untuk majalah Lotpot Hindi. Penampilan Sabu yang sekilas mirip pegulat bertubuh besar dan bertenaga sangat kuat. Mungkin Sabu bisa dikategorikan sebagai superhero juga. Di India, karakter Sabu termasuk populer, walaupun ia hanya sebagai tokoh pendamping dalam serial komik Chacha Chaudhary.
Menurut ceritanya, setiap kali Sabu marah, gunung berapi meletus di beberapa tempat yang jauh (ini dinyatakan dalam sebuah panel dengan gambar dari gunung berapi meletus. Setiap kali ia melakukan tindakan kekuatan besar, ia mengucapkan teriakan, “Hu-Huba!”. Sabu memiliki nafsu makan yang besar, ia makan 108 chapati , 12 kilo halwa, dan sekitar 20 liter lassi dalam satu kali makan. Penampilan Sabu sendiri terlihat seperti seorang yang lugu dan patuh terhadap Chacha Chaudhary yang merupakan sahabatnya.
Musuh terbesar Sabu adalah Raka, yang memiliki ukuran tubuh sama seperti Sabu, tapi Sabu selalu bisa mengalahkannya.

Asal-usul
Sabu adalah alien dari planet Jupiter, yang sangat setia kepada Chacha yang menjadi sahabatnya di bumi dan siap memberikan bantuan di saat Chacha membutuhkannya. Sabu bertubuh besar dan sangat kuat, tinggi sekitar 15 kaki. Dalam beberapa komik ia mampu meningkatkan ukuran tubuhnya. Kadang ia hanya memakai kachha (semacam celana pegulat), sepasang anting-anting dan sepatu karet.
Sabu memutuskan untuk tinggal di Bumi dan bersahabat dengan Chacha. Penampilan Sabu dan sahabatnya Chacha Chaudhary mungkin mirip dengan penampilan Obelyx dan Asteryx. Sabu memiliki saudara kembar bernama Dabu. Anting-anting milik Sabu adalah pemberian ibunya ketika ia meninggalkan Jupiter.

 

Gallery

Sabudalam serial komik Chachapic source: ss

Sabu
dalam serial komik Chacha Chaudhary
pic source: economicstimes

 

 


source:

Dewi Langit

Dewi Langit

Dewi Langit

Dewi Langit, adalah tokoh komik superhero ciptaan Tofan pada tahun 1980. Kostum dan penampilan Dewi Langit sangat menarik dan terlihat sexy dengan rambut panjang yang berwarna pirang dan terurai. Tidak terlalu yakin apakah Dewi Langit ini adalah seorang tokoh komik superhero atau bukan. Karena tokoh Dewi Langit ini termasuk komik yang tidak populer sama sekali, sehingga wajar saja mungkin kalau banyak penggemar komik yang tidak mengenalnya, termasuk saya. Tapi kalau diperhatikan dari tampilan cover komiknya yang saya temukan di situs penyedia komik bacaan sastrokomik.com, dilihat dari kostum yang dikenakan Dewi Langit dan sosok musuhnya yang rada sangar mungkin bisa kita kategorikan sebagai tokoh superhero juga.
Mengenai lain-lainnya, tentang kemampuan superheronya tidak diketahui, begitu juga asal-usulnya. Mungkin di antara para pembaca ada yang lebih tahu tentang Dewi Langit ini.

Komik Dewi Langit

  1. Dewi Langit, Tofan, (Maranatha, 1980)

 

Gallery

Dewi Langit, Tofan, 1980pic source: ss

Dewi Langit, Tofan, 1980
Cover: Djoni Andrean
pic source: sastrokomik

 

Sabu

Sabu

Sabu

Sabu, adalah tokoh komik superhero bergaya Persia atau ala kisah 1001 malam ciptaan Widya Noor pada tahun 1975. Sabu digambarkan sebagai seorang laki-laki yang berpakaian gaya Persia yang tampil sebagai seorang yang tangguh dan perkasa dalam aksinya menumpas berbagai kejahatan. Penampilan Sabu pernah tampil bersama Shina dalam salah satu komik berjudul “Istana Ratu Mombasa” terbitan 1977. Sedangkan dalam serial komik Sabu sendiri pernah tampil para jagoan lain seperti Gina dan Siti Gahara dan Sun Go Kong (tokoh silat dan superhero asal China).
Karakter komik superhero Sabu termasuk populer di kalangan sebagian besar penggemar komik di Indonesia, mungkin sedikit lebih populer dari tokoh komik Shina yang hadir sebelumnya yang diciptakan oleh pengarang yang sama.

Komik Sabu

  1. Sabu vs Ratu Api, Widya Noor, (Maranatha & San Agency, 1975)
  2. Istana Berhala, Widya Noor, (Encergam, 1975)
  3. Walet Merah, Widya Noor, 1976
  4. Negeri Morbia, Widya Noor, 1976
  5. Serial Sabu dan Shina
    Istana Ratu Mombasa, Widya Noor, 1977
  6. Sabu vs Ratu Agata, Widya Noor, (Action Comics, 1978)
  7. Sabu vs Manusia Cecak, Widya Noor, 1980
  8. Rahasia Negeri Belulang, Widya Noor, 1980
  9. Kuil Setan, Widya Noor, 1981

 

Gallery

Sabu vs Ratu Api, Widya Noor, 1971pic source: sastrokomik

Sabu
Ratu Api, Widya Noor, 1979
(hadir  Gina, Siti Gahara, Sun Go Kong)
pic source: sastrokomik

SabuIstana Berhala, Widya Noor, ..pic source: ss

Sabu
Istana Berhala, Widya Noor, 1975
pic source: sastrokomik

SabuWalet Merah, Widya Noor, ..pic source: ss

Sabu
Walet Merah, Widya Noor, 1976
pic source: jualkomiklama

SabuNegeri Morbia, Widya Noor, 19pic source: buku

Sabu
Negeri Morbia, Widya Noor, 1976
pic source: bukusejarah

Sabu & Shina>br/>Istana Ratu Mombasa, Widya Noor, 1977pic source: ss

Sabu & Shina
Istana Ratu Mombasa, Widya Noor, 1977
pic source: sangkolektor

Sabuvs Ratu Agata, Widya Noor, 19pic source: ss

Sabu
vs Ratu Agata, Widya Noor, 1978
pic source: tokokomikantik

Sabuvs Manusia Cecak, Widya Noor, 1980pic source: ss

Sabu
vs Manusia Cecak, Widya Noor, 1980
pic source: tokokomikantik

SabuRahasia Negeri Belulang, Widya Noor, 1980pic source: sas

Sabu
Rahasia Negeri Belulang,
Widya Noor, 1980
pic source: sangkolektor

SabuKuil Setan, Widya Noor, 1980pic source: toko

Sabu
Kuil Setan, Widya Noor, 1981
pic source: tokokomikantik

 


source:

Kelana Buana

Kelana Buana

Kelana Buana

Kelana Buana, adalah tokoh komik superhero ciptaan Errycmandra yang kalau tidak salah terbit pada era 80-an. Bertubuh besar dan kekar menandakan bahwa Kelana Buana pasti bertenaga besar juga serta sebilah pedang panjang. Penampilan sangar mirip dengan Conan the Barbarian pasti membuat musuh-musuh yang dihadapinya ketar-ketir melihatnya.
Serial Kelana Buana ini sepertinya tidak berlanjut ke banyak episode, mungkin hanya satu atau dua episode saja. Bisa ditebak karakter tokoh Kelana Buana pun pasti tidak terlalu populer di masa edarnya. Walaupun isi ceritanya mungkin menarik juga, tapi sang pengarang sepertinya tidak terlalu antusias meneruskan perjalanan komik Kelana Buana ini, sehingga nasibnya pun hanya sesaat, dan tidak banyak orang tahu tentang keberadaan tokoh komik Kelana Buana.

Komik Kelana Buana

  1. Kelana Buana, Ericmandra & Soni, Maranatha, ?

 

Gallery

Kelana Buana

Kelana Buana
Oleh: Ericmandra
Ilustrasi: Soni
pic source: sastrokomik

 

Shina

Shina

Shina

Shina, adalah tokoh komik bergaya Persia dalam suasana cerita ala 1001 malam ciptaan Widya Noor yang dibuat dan terbit pada era 1970-an. Karakter Shina yang mirip dengan Gina atau Santini, bisa dikategorikan sebagai tokoh superhero juga.
Shina juga memiliki kekuatan super dengan sebilah pedang dan menghadapi bermacam bentuk kejahatan dan musuh besarnya. Kostum Shina yang terlihat bagian perut, dengan corak mirip sisik berwarna hijau gelap, terlihat sexy dengan tubuhnya yang tinggi. Kadang dalam aksinya Shina dibantu oleh Sabu yang juga seorang yang memiliki kekuatan super dan bersama-sama bahu membahu membasmi kejahatan.
Komik serial Shina termasuk komik yang populer dan digemari para pembaca komik di Indonesia pada era 70-an, walaupun pada masa itu ada komik sejenis superhero perempuan seperti Gina, Santini dan lain-lain.

Komik Shina

  1. Gerbang Neraka, Widya Noor, (Maranatha & Sutawijaya, 1971)
  2. Shina Di Negeri Jepang Kuno, Widya Noor, (Maranatha & Sutawijaya, 1971)
  3. Menara Darah, Widya Noor
  4. Shina vs Manusia Katak, Widya Noor
  5. Kitab Pusaka Teratai Putih, Widya Noor
  6. Kucing Setan, Widya Noor, (Maranatha, 1975)
  7. Lembah Maut, Widya Noor, (Maranatha, 1975)
  8. Badai Padang Tandus, Widya Noor, (Maranatha, 1975)
  9. Istana Ratu Mombasa (dalam seri ini bersama Sabu), Widya Noor, 1977

 

Gallery

ShinaGerbang Neraka, Widya Noor, 1971pic source: sastrokomik

Shina
Gerbang Neraka, Widya Noor, 1971
pic source: sastrokomik

ShinaMenara Darah, Widya Noorpic source: sastrokomik

Shina
Menara Darah, Widya Noor
pic source: sastrokomik

Shinavs Manusia Katak, Widya Noor

Shina
vs Manusia Katak, Widya Noor

ShinaIstana Ratu Mombasa, Widya Noor..

Shina
Istana Ratu Mombasa, Widya Noor

ShinaKucing Setan, Widya Noorpic source: ..

Shina
Kucing Setan, Widya Noor, 1975
Cover: Djoni Andrean
pic source: sastrokomik

 


source:

Roy

Roy

Roy

Roy, atau Roy Pendekar Budiman adalah tokoh komik superhero ciptaan Is Bharata yang muncul pada tahun 1981. Kostum dan penampilan Roy mungkin mirip dengan gaya seorang pangeran dengan jubah di belakangnya. Istilah “pendekar” yang ditujukan kepadanya terasa kurang cocok, karena istilah “pendekar” biasanya ditujukan kepada tokoh komik silat, tapi Roy adalah seorang tokoh superhero, layaknya Godam, Gundala dan lain-lain.
Tidak diketahui apakah Roy memiliki kemampuan superhero apa saja sebagai seorang superhero.
Untuk perjalanan komik Roy pada era 80-an, sepertinya kurang dikenal para penggemar komik superhero di Indonesia, oleh karena itu nama Roy sebagai tokoh komik superhero pun tidak terlalu populer di Indonesia.

Komik Roy

  1. Ratu Jin Nini Dewi, Is Bharata, (Maranatha, 1981)
  2. Mencari Elang Padang Pasir, Is Bharata, (Maranatha, 1981)

 

Gallery

Roy Pendekar Budimanpic source: ss

Roy Pendekar Budiman, Is Bharata, 1981
pic source: sastrokomik

 

 

Puma

Puma

Puma

Puma, atau Puma Anak Dewa Langit, adalah tokoh komik superhero ciptaan Kelana pada tahun 1978.
Penampilan dan kostum Puma berwarna coklat gelap dengan corak agak totol-totol, tidak menggunakan topeng, rambut gondrong sampai ke bahu. Dilihat dari wajahnya sepertinya masih berusia remaja.
Sedikit yang bisa kita dapat informasi tentang Puma ini, sehingga kita tidak mengetahui kemampuan superheronya seperti apa. Tapi apabila kita ambil sedikit kesimpulan dari tampilan covernya, sepertinya Puma memiliki kemampuan yang lumayan hebat juga, layaknya seperti seekor singa gunung (puma/ cougar). Tidak diketahui apakah Puma memiliki cakar tajam di ujung jarinya seperti tokoh superhero Black Panther ? Kemungkinan komik superhero Puma tidak terlalu dikenal banyak orang. Cover komik Puma ini kita temukan di situs sastrokomik.com.

Komik Puma

  1. Puma “Anak Dewa Langit”, Kelana, 1978
  2. Mencari Pusaka Dzaar, Kelana, (San Agency, 1978)

 

Gallery

Puma, ... pic source: sastrokomik

Puma
Anak Dewa Langit, Kelana, 1978
pic source: sastrokomik

PumaMencari Pusaka Dzaar, Kelanapic source: sastrokomik

Puma
Mencari Pusaka Dzaar, Kelana, 1978
pic source: sastrokomik

 

 

 

 

Darna

Darna, adalah tokoh komik superhero asal Filipina ciptaan Mars Ravelo (1916-1988) dan Nestor Redondo, yang pertama kali muncul di Pilipino Komik (Ace Publications, Inc.) pada tanggal 13 Mei 1950.
Darna sebenarnya merupakan retooling dari karakter ciptaan Ravelo sebelumnya, “Varga” yang muncul pertama kali di Bulaklak Magazine, vol. 4 pada tanggal 23 Juli 1947. Tapi karena berbeda pendapat dengan editor di Bulaklak Magazine, Ravelo memutuskan untuk meninggalkan Bulaklak Magazine.
Ravelo terinspirasi dengan kemunculan Superman dalam Action Comics pada tahun 1938, iapun menciptakan tokoh superhero, tapi seorang perempuan yang juga seorang superwoman dengan nama Darna. Banyak yang menduga bahwa tokoh superhero Darna ini adalah tiruan dari Wonder Woman (1941), tapi sebenarnya Ravelo terinspirasi dari Superman.
Darna memiliki kekuatan super, terbang dengan kecepatan super serta kebal terhadap berbagai senjata.
Pada tahun 2003, komik Darna dirilis kembali, dengan mengalami beberapa perubahan dalam penampilan serta mendapat tambahan beberapa kekuatan supernya. Pada helm terdapat medali bersayap untuk menambah kemampuan psionic nya, yang memungkinkan dirinya untuk memancarkan ledakan yang kuat dan pada ikat pinggangnya dapat digunakan seperti melempar bintang (shuriken). Darna mempunyai seorang teman “Valentina” yang merupakan seorang dewi ular, yang kerap membantu perjuangan Darna dalam menumpas kejahatan.

Pada tanggal 31 Mei 1951, Komik Darna diangkat ke layar bioskop di Filipina. Royal Publications di bawah pimpinan Fernando Poe Sr. menghasilkan film Darna pertama yang dibintangi Rosa Del Rosario yang merupakan aktris asli Filipina yang berperan sebagai Darna. Pada tahun 1970, film Darna hadir lagi dengan beberapa perubahan karakter dan desain. Pada tahun 1973, film Darna kembali hadir dengan bintang pemeran Darna juga berganti, yaitu Vilma Santos.
Sebuah serial TV diproduksi pada tahun 1977. Dibuat oleh Ketchie Benedicto dan ditayangkan di KBS 9, Darna! TV Series dibintangi aktris dramatis, Lorna Tolentino. Darna juga memiliki serial kartun sendiri pada tahun 1986 oleh GMA 7. Selain itu masih banyak lagi film-film Darna yang diputar di bioskop-bioskop Filipina. (bisa lihat di wikipedia)

Darna sangat populerl di Filipina, dan di Indonesia nama Darna juga sangat terkenal, para komikus Indonesia turut mengeluarkan beberapa komik saduran atau karya sendiri tentang Darna. Selain itu, film Darna juga diproduksi di Indonesia dan diputar di bioskop-bioskop Indonesia, bintang pemerannya adalah Lidya Kandou dan Nia Zulkarnain.

Asal-usul
Awal cerita seorang prajurit dari planet lain yang meninggal, dan menitis dalam tubuh seorang gadis di Bumi yang bernama Narda.
Kisah Darna dimulai dari seorang gadis desa bernama Narda. Di kota provinsi yang disebut Barrio Masambong, ada dua anak yatim bernama Narda dan Ding yang tinggal bersama nenek mereka yang bernama Lola Asay di sebuah pondok kecil. Narda suka menyanyi dan adik laki-lakinya, Ding, memainkan harmonika sangat baik. Kadang-kadang Narda dan Ding pergi dari rumah ke rumah dan bernyanyi mencari uang untuk membantu nenek mereka untuk mendukung kebutuhan sehari-hari. Pada suatu hari ketika Narda bermain “Hide and Seek” atau “petak umpet”, Narda melihat bintang jatuh di langit. Objek langit jatuh di daerah berhutan dan ketika dia tiba ia melihat sebuah batu putih berkilauan (yang berasal dari planet Marte, mengandung aura mistis penduduk Andranika) dengan tulisan asing tertulis di atasnya. Terpesona dengan keindahannya, ia mengambil dan ingin menyimpan benda aneh tersebut. Ketika teman bermainnya mencarinya, dia segera menyembunyikan batu putih itu ke dalam mulutnya. Tapi di dalam mulutnya batu putih itu hidup dan masuk ke tenggorokannya langsung ke dalam perutnya. Dia mengalami halusinasi bayangan alien dari dunia jauh yang menyebabkan dia jatuh pingsan. Dia ditemukan oleh neneknya, yang membawanya pulang dan membaringkannya ke tempat tidur.
Ketika Narda bangun, mereka bertanya apa yang terjadi dan dia menceritakan pengalamannya anehnya tentang batu putih ajaib yang tertelannya. Ketika neneknya bertanya tentang batu putih itu, tanpa disadarinya Narda menyebut “DARNA !”
Nenek dan adiknya terkejut dengan kilatan cahaya dan asap yang memenuhi ruangan dan Narda terlihat lebih tinggi seperti seorang pejuang perkasa. Dia berseru kepada mereka bahwa dia adalah “Darna dari Planet Marte” dan dia dikirim ke bumi untuk menghadapi kekuatan kegelapan yang menimpa dunia.
Apabila Narda meneriakkan kata “Darna”, maka dalam sekejap ia berubah menjadi “Darna”. Begitu juga sebaliknya, ketika Darna meneriakkan kata “Narda”, maka ia kembali menjadi gadis biasa bernama Narda. (Narda menjadi Darna, Darna menjadi Narda), tapi sebelumnya ia harus menelan batu ajaib terlebih dahulu
Sejak saat itu, Darna menjadi seorang pelindung dari berbagai ancaman para penjahat.

Komik Darna
Komik Darna sejak kemunculannya tahun 1950 sampai saat ini, telah terbit lebih dari seribu episode yang diterbitkan di Filipina.

Beberapa komik Darna.

Darna
Pilipino Komiks
by: Mars Ravelo
ilustrated: Nestor Redondo
source:
marsravelodarna & comicbookmovie

Darna
Mango Comics
by: Mars Ravelo
source: pinoysuperheroesuniverse

Darna
Super Action
by: Mars Ravelo
source: pinoysuperheroesuniverse

Darna
Darna Komiks
by: Mars Ravelo
source: comicvine

 

Darna Movie

Darna Movie, 1951 Rosa Del Rosario  (kanan) sebagai Darna Mila Nimpa (kiri) sebagai Narda source: comicbookmovie

Darna Movie, 1951
Rosa Del Rosario  (kanan) sebagai Darna
Mila Nimpa (kiri) sebagai Narda
source: comicbookmovie

 


source and related:

Darna (Indonesia)

Darnaversi Indonesia

Darna
versi Indonesia

Darna, awalnya adalah tokoh komik superhero asal Filipina ciptaan Mars Ravelo dan Nestor Redondo pada tahun 1950. Darna merupakan tokoh komik superhero yang paling populer di Filipina. Tidak hanya di Filipina, kepopulerannya sampai ke beberapa negara di Asia lainnya, termasuk di Indonesia nama Darna juga telah populer sejak tahun 1970-an, sehingga para komikus Indonesiapun turut meramaikan membuat komik berupa saduran maupun berupa ide sendiri yang menampilkan kisah dan petualangan Darna. Salah satunya adalah Armin Tanjung membuat beberapa komik tentang Darna yang dimulai sejak tahun 1975. Selain komik, kisah Darna pun diangkat ke layar bioskop dan terhitung 2 kali film Darna sempat diproduksi di Indonesia, yang dibintangi oleh Lidya Kandou dan Nia Zulkarnain. Produksi film Darna di Indonesia sempat dianggap meniru tokoh Darna dari Filipina.

Darna memiliki kekuatan super, mampu terbang dengan kecepatan super serta tidak mempan terhadap senjata apapun, hampir tidak ada perbedaan dengan tokoh Darna asli dari Filipina. Dilihat dari kostum penampilan juga hampir mirip, hanya saja Darna versi Indonesia ini mengenakan jubah di belakang punggungnya.

Asal-usul
Asal-usul Darna Indonesia juga mirip dengan sejarah asal-usul Darna Filipina, hanya saja nama beberapa personilnya diganti dengan nama khas Indonesia.

Komik Darna di Indonesia

DarnaBidadari Istana Hitam, Armin Tanjungpic source: djejakmasa

Darna
Bidadari Istana Hitam, Armin Tanjung
pic source: djejakmasa

DarnaTeror Iblis Kate, Armin Tanjungpic source: ww

Darna
Teror Iblis Kate, Armin Tanjung
pic source: sastrokomik

DarnaKorban Iblis Haus Darah. Armin Tanjungpic source: sastrokomik

Darna
Korban Iblis Haus Darah,
Armin Tanjung
pic source: sastrokomik

 

Film Darna di Indonesia

Film Darna, tahun 70-an bintang: Lidya Kandou

Film Darna, tahun 70-an
Bintang: Lidya Kandou

Film DarmaBintang: Nia Zulkarnain

Film Darma, tahun 80-an
Bintang: Nia Zulkarnain

 


source:

Phantom (Indonesia)

Phantom

Phantom

Phantom, adalah tokoh komik superhero komik yang pertama kalinya diciptakan oleh Lee Falk pada tahun 1936 di Amerika. Sedangkan di Indonesia, karakter Phantom sebagai tokoh komik superhero juga hadir yang dikerjakan oleh Sukri dan Esa sejak tahun 1975.
Penampilan kostum superhero Phantom versi Sukri dan Esa, tidak ada perbedaan dengan Phantom asli versi Lee Falk, hanya pada bagian dada Phantom versi Sukri dan Esa terdapat logo “P” sebagai initial Phantom, kemudian tidak terlihat pistol di pinggang kiri dan kanan sebagai senjata utama Phantom, sebagaimana Phantom versi aslinya. Jika dilihat dari penampilan Phantom versi Sukri dan Esa, walaupun ada sedikit perbedaan dalam hal kostum dan tidak adanya senjata pistol, bisa dipastikan bahwa hal ini merupakan komik saduran dari versi aslinya. Kisah dan alur cerita yang berada di tengah hutan juga tidak jauh berbeda dengan versi aslinya.

Komik Phantom

  1. Phantom, Sukri, (Maranatha, 1975)
  2. Memburu Jejak Pembunuh, Sukri, (Maranatha, 1976)
  3. Harta Karun Tamahawk, Esa, (Maranatha, 1978)

 

Gallery

Phantom, Sukri, 1976pic source: sastrokomik

Phantom
Oleh: Sukri, 1975
Cover: Armin Tanjung
pic source: sastrokomik

Phantom "Memburu Jejak Pembunuh", Sukri, 1975pic source: sastrokomik

Phantom, “Memburu Jejak Pembunuh”
Oleh: Sukri, 1978
Cover: Armin Tanjung
pic source: sastrokomik

Phantom "Harta Karun Tamahawk"Esa, (Maranatha, 1976)pic source: sastrokomik

Phantom “Harta Karun Tamahawk”
Oleh: Esa, 1976
Cover: Armin Tanjung
pic source: sastrokomik

 


Relate post:


related and source:

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.